PAREPARE — Tidak semua jalan menuju masa depan dibuka dengan ujian. Bagi Muhammad Arham, jalan itu justru terbuka dari sebuah panggung pre...
PAREPARE — Tidak semua jalan menuju masa depan dibuka dengan ujian. Bagi Muhammad Arham, jalan itu justru terbuka dari sebuah panggung prestasi. Di sebuah momen sederhana namun penuh makna, ia berdiri sambil memegang sertifikat penghargaan Journalistic Festival and Camp 2024, selembar bukti bahwa kerja kerasnya di bidang jurnalistik tidak hanya diakui, tetapi juga dihargai dengan sebuah Golden Ticket.
Bagi sebagian orang, lomba mungkin sekadar pengalaman. Namun bagi Arham, lomba itu menjadi titik balik. Tiket emas yang ia raih bukan hanya simbol kemenangan, melainkan peluang nyata untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare melalui jalur Mandiri Khusus Prestasi.
Dengan latar sederhana dan semangat belajar yang kuat, Arham menunjukkan bahwa dunia jurnalistik bukan hanya milik mereka yang sudah mahir, tetapi juga bagi mereka yang berani mencoba, belajar, dan berkembang. Ketertarikannya pada dunia media tumbuh dari keinginannya untuk menyampaikan informasi yang benar, jujur, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali membingungkan, pilihan Arham terasa relevan. Ia tidak hanya ingin menjadi bagian dari dunia media, tetapi juga ingin menjadi suara yang membawa nilai, suara yang tidak sekadar cepat, tetapi juga tepat.
Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare menjadi tempat yang ia tuju untuk mewujudkan itu. Di sana, mahasiswa tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga dilatih menjadi kreator konten digital, jurnalis multimedia, hingga pengelola media yang mampu bersaing di era teknologi. Lebih dari itu, mereka dibekali nilai-nilai etika Islam sebagai fondasi dalam setiap karya yang dihasilkan.
Bagi Arham, kesempatan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal. Ia menjadi representasi dari generasi muda yang tidak menunggu kesempatan, tetapi menciptakannya melalui prestasi.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa masa depan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling pintar di kelas, tetapi oleh siapa yang paling berani mengambil langkah.
Dan di IAIN Parepare, langkah itu tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ia diarahkan, dibimbing, dan diberi ruang untuk tumbuh.
Pendaftaran jalur prestasi masih dibuka. Mungkin, kisah berikutnya adalah milik mereka yang hari ini berani mencoba.*

Tidak ada komentar