Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Breaking News:

latest

Angan-angan Di bulan Ramadan

Wahyu Ananda Mahasiswa Jurnalisti k Islam Tak Terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Sya'ban pada kelender hi...



Wahyu Ananda Mahasiswa Jurnalistik Islam
Tak Terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Sya'ban pada kelender hijriah. Waktu bergulir begitu cepat dengan segala romansanya. Selanjutnya, tinggal menghitung hari kita akan menyambut bulan suci Ramadan.  Bulan yang paling dinantikan seluruh umat muslim di dunia. Bukan karena bulan ini dikenal sebagai bulan penuh cinta seperti bulan Februari. Akan tetapi, bulan ini adalah bulan yang dijadikan ajang lomba untuk mendekatkan diri kepada sang kuasa. Selain itu, Bulan ini menjadikan setiap perbuatan kita menjadi amal ibadah dan berlipat ganda untuk ladang amal di akhirat nantinya. 

Kini telah banyak yang memposting konten melalui wadah aplikasi Tiktok tentang bulan ramadan sudah dekat. Salah satunya dengan membuat video komplikasi memakai mukena dan kopiah dengan soundtrack yang berjudul "Marhaban Ya Ramadhan", dipopulerkan oleh Haddad Alwi. Tak ketinggalan akun-akun dakwah turut mengingatkan melalui poster maupun pamflet yang di sebar melalui media sosial. Bulan Ramadan tak lama lagi!. Terlepas dari itu semua ada hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, saat ini kita masih dalam kondisi darurat pendemi covid-19 atau virus corona.  

Sekarang pun kita masih harus bertarung habis-habisan untuk melawan makhluk mirco ini. Akankah moment yang ditunggu selama setahun hanya tinggal angan-angan?. Berkumpul dengan sahabat dan keluarga untuk buka puasa bersama, tarawih bersama, serta silaturrahmi secara langsung tinggal cacatan belaka. Tak ketinggalan begadang sampai subuh, lalu berkeliling desa untuk membangunkan yang lain, kemudian momen yang paling ditunggu takbir keliling dan hal seru lainnya yang hanya ada di bulan Ramadan. Musabab saat ini kita dianjurkan untuk melakukan Sosial distancing dan physical Distancing. 
 
Setelah memahami musababnya, Secara otomatis apa yang kita angankan bisa jadi tidak terjadi. Dan sekarang pun MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah menghimbau untuk tidak melaksanakan salat jumat diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing. Apalagi jika itu salat Tarawih yang notabenenya akan banyak orang yang berkumpul baik laki-laki maupun perempuan. Untuk saat ini, yang bisa kita lakukan hanya menunggu hasil terbaik. Dengan cara melakukan sosial distancing atau tidak keluar rumah terkecuali ada hal yang penting. Dengan begitu kita dapat mengehentikan penyebaran covid-19 hingga kita bisa mewujudkan angan-angan yang telah kita siapkan di bulan ramadan nantinya. 

Data yang ada menujukkan bahwa tiap harinya selalu ada korban covid-19. Telah ada 2.491 korban dari 19 provinsi (kompas.com), dan jumlahnya bisa saja bertambah bila kita terlalu mementingkan ego dengan tidak melaksanakan himbaun pemerintahan. Semakin kita meredam ego semakin cepat pula bencana ini terselesaikan dan angan-angan pun bisa terwujud. Kita seharusnya optimis dan yakin bahwa Allah SWT tidak mungkin memberikan suatu ujian diluar kemampuan. Sudah jelas dalam potongan ayat surah Al-Baqaroh. Allah SWT berfirman
 Laa Yukallifullahu nafsan illa wus'aha", Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286). 

Untuk itu, Mari bekerjasama! Biarkan pemerintah bekerja untuk menagani pendemi ini, dan dokter serta perawat menjadi garda terdepan, kemudian kita di belakang membantu dengan stay at home dan tak lupa mendoakan mereka yang sedang berjuang. Tidak Egois menimbun ataupun memanfaatkan momentum untuk kepentingan pribadi. Setelah ini, Semoga angan-angan yang kita telah bayangkan di bulan Ramadan bisa terwujud sesuai harapan kita.

 









Tidak ada komentar