Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Breaking News:

latest

Bingung Saat Lulus Akan Kemana, Prodi JI Gelar Seminar Nasional

Mahasiswa Jurnalistik Islam (JI) IAIN Parepare, menyelenggarakan seminar berskala nasional dengan tema “Prospek Kerja Lulusan Jurnalistik...


Mahasiswa Jurnalistik Islam (JI) IAIN Parepare, menyelenggarakan seminar berskala nasional dengan tema “Prospek Kerja Lulusan Jurnalistik Di Dunia Kerja”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam ruang virtual google meet pada Minggu, (19/07/20)

Kegiatan ini mendatangka tiga pemateri yang berpengalaman dalam dunia jurnalistik dan media. Ketiga pemateri menjelaskan secara apik mengenai prospek kerja lulusan. Seminar ini diikuti kurang lebih 50 peserta dari beberapa perguruan tinggi di Makassar dan Parepare.

Abd. Rahman, M.Med.Kom selaku pemateri merupakan dosen Jurnalistik Islam IAIN Parepare menerangkan bahwa menjadi seorang jurnalis itu keren.
"Jurnalis itu adalah pekerjaan yang sangat keren dan menyenangkan. Bagaimana tidak, ketika kita menjadi seorang jurnalis kita akan menjadi orang yang up to date. Selain itu, kita akan menjadi saksi sejarah terjadinya suatu peristiwa. Misalnya, calon presiden akan mengumumkan dirinya menjadi seorang presiden, tentu kita (jurnalis) yang akan mengumumkannya terlebih dulu,” ungkapnya.

Membahas mengenai prospek kerja jurnalis tentu menjadi hal yang sangat didambakan, dan menjadi pertanyaan pertama untuk mempertimbangkan ketika memilih jurusan ini. Lulusan jurnalistik tentu prospek kerjanya tak hanya seputar industri media saja, tetapi juga dapat berkontribusi di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Mifda Hilmiyah mengatakan bahwa menjadi seorang jurnalis perlu mengasah kemampuan agar menjadi jurnalis yang profesional dan berintegritas.
“Lulusan mahasiswa prodi jurnalistik Islam IAIN Parepare diharapkan menjadi lulusan jurnalis yang profesional dan berintegritas. Kalau jurnalis tidak memiliki integritas, maka roh dari seorang jurnalis itu sepertinya akan hilang karena hanya sekedar mengutip berita, hanya menjadi tukang ketik, dan tidak menjadikan jurnalis itu sebagai pekerjaan yang profesional.  Setelah memahami apa potensi yang kalian miliki, kalian harus mengasah keahlian kalian. Tidak perlu memiliki banyak keahlian, tapi cukup dalami keahlian yang kalian punya,” jelas Mifda dalam paparan materinya.

Seorang jurnalis memiliki peran dan pengaruh penting dalam masyarakat. Para pemburu berita harus mampu menjalankan fungsi sebagai seorang jurnalis, salah satunya adalah fungsi pengawasan. Hal terdebut tidak hanya mengawasi masyarakat saja, tetapi segala keputusan dan pergerakan pemeritah pun harus selalu disorot agar dapat diketahui khalayak.

Seorang jurnalis harus terlatih dan peka terhadap lingkungan. Kata Hermawan Mappiwali, turun lapangan dapat melatih kepekaan dan jurnalis akan sadar posisi di mana seharusnya menempatkan diri.
"Untuk mendapatkan kepekaan seorang jurnalis, harus banyak dilatih di lapangan dengan melihat kondisi dan situasi. Apakah hal itu layak diberitakan, dan arahnya kemana itu harus jelas. Sehingga menjadi seorang jurnalis harus sadar posisinya dimana.”

Reporter: Ega Syafira
Editor: Rasmika

Tidak ada komentar