Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Postingan Populer

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Postingan Populer

JI News:

latest

Pemenang Lomba Parade Jurnalistik IAIN Parepare

Puncak Parade Jurnalistik Nasional yang digelar Program Studi Jurnalistik Islam (Prodi JI) IAIN Parepare berlangsung hari ini, Sabtu (29/5/2...



Puncak Parade Jurnalistik Nasional yang digelar Program Studi Jurnalistik Islam (Prodi JI) IAIN Parepare berlangsung hari ini, Sabtu (29/5/2021) dengan menyerahkan hadiah bagi finalis lomba parade jurnalistik 2021. 

Pasca pengumuman finalis lomba parade pada Kamis, 27/5/2021) lalu, peserta yang lolos ke babak final menunjukkan antusiasnya dengan hadir di IAIN Parepare untuk mempresentasikan masing-masing karya yang berhasil masuk ke babak final, yakni pada Jumat, (28/5/2021) kemarin. Hal tersebut guna memastikan bahwa karya para finalis sesuai dengan tema lomba yang diusung yaitu "Jurnalistik untuk Peradaban". Presentasi karya tersebut dihadiri rim juri, Awaluddin Syaddad, M.Pd., Alfiansyah Anwar, MH., Agussalim, SE., serta Muhammad Idham Ama, M.I.Kom.

Presentasi karya essai, fotografi, dan videografi, para finalis diberi waktu 10 menit untuk presentasi karya dan dilanjutkan tanya jawab oleh tim Juri. Pada presentasi karya essai, presenter pertama Wahyuddin yang merupakan mahasiswa IAIN Parepare menjelaskan tentang implementasi kampus edu wisata IAIN Parepare dengan tiga konsep penguatan yakni budaya, bahasa dan teknologi. Selanjutnya, presenter kedua, Rahmania dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) membahas tentang rekonstruksi nilai beragama. Sementara itu, pesenter ketiga, Dian Amalia Ariani mahasiswa Universitas Indonesia membahas tentang kepentingan Bisnis dalam Jurnalisme Daring. Presenter terakhir, Nurhikmah Yusuf dari IAIN Parepare  membahas tentang integrasi sosial dengan memberikan solusi pendidikan multikultur, penguatan ideologi pancasila.

Pada lomba Videografi, peserta pertama Adam Malik Saulang dari UIN Alauddin mengusung tema niat dengan memberikan pesan moral tentang haji Bawakaraeng yang selama ini disalah pahami. Peserta kedua, Ryan Wahyudi dari STAIN Majene mengusung tema cerita di ujung usia, video tersebut menggambarkan kehidupan seorang nenek yang berjuang hidup di penghujung usia, dan peserta ketiga, Yustika IAIN Bone membahas tentang kehidupan masyarakat di pasar, pasar tempat orang marah dan ramah. Serta, peserta keempat, Eka Nurrochman dari IAIN Purwokerto membahas tentang tradisi masyarakat jawa yakni cablaka atau ceplas ceplos.

Sementara pada lomba fotografi, fotografer pertama Adam Malik Saulung dari UIN Alauddin Makassar, memotret tentang kami cinta Indonesia, fotografer ke dua Firmansyah dari UMI memotret tentang Tradisi obor pada malam takbiran, fotografer ketiga Agussalim dari UIN Alauddin Makassar memotret tentang menikmati senja di penghujung hari, fotografer ke empat Andika Windyanto dari IAIN Parepare memotret tentang pengembala kambing.

Tiba pada penghujung acara parade Jurnalistik tersebut, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Pemenang pertama lomba esai jatuh kepada penulis dari Universitas Indonesia, juara dua dari Universitas Muslim Indonesia, serta  juara tiga dan empat dari IAIN Parepare. Pada Lomba Videografi,  juara pertama diraih videografer dari STAIN Majene, juara dua videografer dari IAIN Purwokerto, dan juara tiga videografer dari UIN Alauddin, serta  juara empat videografer dari IAIN Bone. Selanjutnya, pemenang lomba Fotografi diraih fotografer dari UIN Alauddin Makassar, selanjutnya pemenang kedua, ketiga, dan keempat masing-masing dari UMI, UIN Alauddin Makassar, dan IAIN Parepare. 

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menyampaikan bahwa kegiatan parade jurnalistik untuk mengembangkan SDM jurnalis.

"Kegiatan parade jurnalistik untuk mengembangkan SDM jurnalis, dalam Al-Qur'an jurnalistik sangat penting misalnya kisah tentang Nabi musa dan Firaun terkait qaulan laynan," ujarnya.

Editor: Sunarti Mansyur

Tidak ada komentar