Usai penilaian tim akreditasi Prodi Jurnalistik Islam foto bersama dengan tim Penilai. Foto: Dok/Pri.
![]() |
| Usai penilaian tim akreditasi Prodi Jurnalistik Islam foto bersama dengan tim Penilai. Foto: Dok/Pri. |
Parepare - Program Studi Jurnalistik Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan, tata kelola, serta pengembangan akademik yang terus mengalami peningkatan. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika dan menandai langkah maju Prodi Jurnalistik Islam dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan kompetitif. Selasa (19/05/2026).
Ketua Program Studi Jurnalistik Islam, Nahrul Hayat, M.I.Kom mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bahagia atas capaian Akreditasi Unggul yang diraih Prodi Jurnalistik Islam. Prestasi ini merupakan hasil doa, kerja keras, dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pimpinan institut, fakultas, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra. Bagi kami, ini bukan sekadar status akreditasi, tetapi bentuk pengakuan bahwa Prodi Jurnalistik Islam terus berkembang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program studi dan melahirkan lulusan yang mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai etika dan keislaman.
“Kami berharap Prodi JI dapat semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menghadirkan karya dan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
![]() |
| Tim akreditasi dosen prodi Jurnalistik Islam. |
Sementara itu, Tim Akreditasi Prodi Jurnalistik Islam, Maemunah Marzuki, M.Cs menjelaskan bahwa proses menuju Akreditasi Unggul membutuhkan persiapan yang panjang dan kerja sama yang solid dari seluruh tim.
“Proses akreditasi berlangsung cukup panjang dan membutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh tim. Berbagai kendala, seperti penyelarasan data dan kelengkapan dokumen, dapat dilalui berkat komitmen dan semangat bersama untuk memberikan yang terbaik bagi Prodi Jurnalistik Islam,” ujarnya.
Ia juga mengaku terharu atas hasil yang berhasil dicapai setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan penilaian.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, bahagia, dan terharu atas capaian Akreditasi Unggul ini. Hasil ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak selama ini tidak sia-sia,” tambahnya.
Menurutnya, predikat Unggul harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan prestasi mahasiswa di masa mendatang.
“Saya berharap Prodi Jurnalistik Islam dapat terus mempertahankan predikat Unggul melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, serta prestasi mahasiswa agar mampu melahirkan lulusan yang profesional dan berintegritas,” tutupnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua HMPS Jurnalistik Islam, Sedil. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras bersama seluruh elemen program studi.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Sebagai Ketua HM-PS Jurnalistik Islam, saya melihat hal ini sebagai bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak mulai membuahkan hasil,” ujarnya.
Ia berharap status Akreditasi Unggul dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi kualitas pendidikan maupun peluang pengembangan diri.
“Mahasiswa harus merasakan peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas, serta peluang pengembangan diri. Status ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar, kreativitas, dan daya saing mahasiswa,” tambahnya.
Capaian Akreditasi Unggul ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Prodi Jurnalistik Islam untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas akademik, serta menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.*



Tidak ada komentar