Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Breaking News:

latest

Social Climber “Si Pencari Perhatian”

RYZKHA SUGHIANA (Mahasiswa Prodi BKI IAIN Parepare)  Setiap manusia adalah bagian dalam suatu kelompok maupun masyarakat. Lingkungan ...


RYZKHA SUGHIANA
(Mahasiswa Prodi BKI IAIN Parepare) 
Setiap manusia adalah bagian dalam suatu kelompok maupun masyarakat. Lingkungan masyarakat menjadi hal yang penting bagi individu. dimana lingkungan masyarakat menjadi salah satu tempat terbentuknya prilaku dan kepribadian seseorang. Setiap individu menginginkan keberadaannya diakui dan disenangi dalam lapisan masyarakat. Namun apa jadinya jika dalam mendapatkan pengakuan itu, kita melakukan cara yang salah??. seperti halnya Social Climber

Kebanyakan orang berpendapat Social climber adalah suatu cara yang dilakukan seseorang dengan berbagai hal untuk mendapatkan pengakuan dalam kelompok maupun masyarakat dan agar bisa bergabung dengan orang yang mempunyai kelas sosial atau yang mempunyai status sosial.

Orang sukses biasanya mendapatkan pengakuan dari masyarakat berkat dari usaha yang dilakukan atau pencapaian yang dilakukannya. Tetapi berbeda dengan social climber yang ingin mendapatkan pengakuan bahwa mereka juga adalah orang yang terbilang sukses, sosialita dan kaya raya namun dengan proses yang instan. Alhasil untuk mendapatkan pengakuan itu mereka kerap kali menunjukkan life style mereka seperti orang yang sangat sukses dan membelanjakan uang mereka dengan membeli barang-barang branded, berkeliling luar negeri dan memotret setiap kegiatan mereka di restaurant mahal.

Mereka akan mengusahakan agar terlihat kaya meskipun mereka bersusah payah dan menghalalkan segala cara. Misalnya saja melakukan pinjaman dengan jumlah yang besar di bank hanya untuk membeli sebuah tas branded hanya agar terlihat lebih hebat di lingkungannya dan menjadi pusat perhatian. inilah yang menjadikan social climber sering dijuluki sebagai si pencari perhatian. kenapa tidak?? mereka selalu memamerkan barang-barang branded yang dipunya baik dikelompoknya maupun sosial media agar bisa diakui, selalu menunjukkan aksi sosial yang dilakukan yang menandakan dirinya sebagai orang yang selalu memeberi dan tidak suka meminta, dan seringnya mereka memilih teman yang memeliki pengaruh yang besar di lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, social climber juga bisa dilihat di kalangan remaja yang gengsi jika tidak memakai handphone yang bermerek seperti iphone dan samsung, dan juga cara berpakaian mereka yang cenderung memilih barang-barang yang bermerek.Dan seringkali menyusahkan orang tua dalam pemenuhan kebutuhannya, yang hanya sekedar ajang untuk pamer.

Adapun social climber ini sangat berdampak buruk bagi individu itu sendiri. Salah satunya sebagian social climber sangat rentang akan stress bahkan depresi. karena ketika apa yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak bisa dipenuhinya ini akan menimbulkan beban dalam pikiran yang menimbulkan stress hingga depresi. Tidak hanya itu social climber membuat seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. karena jika kita melihat diri kita berbeda dengan yang lain, kita secara otomatis menimbulkan berbagai persepsi seperti merasa tidak cool, tidak keren,dan merasa seperti terlihat miskin di lingkungannya. Patut diketahui tidak semua orang melihat kemewahan sebagai salah satu hal yang mesti dipuji dan diakui. karena biasanya fasilitas mewah yang ditampilkan hanya memancing pandangan sesaat. Dan kebanyakan orang labih melihat prestasi atau hasil kerja seseorang sebagai bagian dari kebanggaan dan harus diakui. jadi jangan terlalu bangga dengan apa yang kamu miliki karena belum tentu apa yang menurut kalian itu mewah bisa saja berarti biasa saja di masyarakat.

Tidak ada komentar